Joel Westheimer
(University of Ottawa)
Joseph Kahne
(Mills College)
Pendidik
dan pembuat kebijakan semakin mengejar program-program yang bertujuan
untuk memperkuat demokrasi melalui pendidikan kewarganegaraan, KKN, dan
pedagogies lainnya. kepercayaan yang mendasari mereka, Namun, berbeda.
Artikel ini memusatkan perhatian pada spektrum ide-ide tentang apa warga
negara yang baik dan apa yang baik warga negara melakukan itu
diwujudkan dalam program pendidikan demokratis. Ini menawarkan analisis
dari studi 2 tahun program pendidikan di Amerika Serikat yang bertujuan
untuk mempromosikan demokrasi. Menggambar pada teori demokrasi dan
temuan dari studi mereka, detail penulis tiga konsepsi dari "baik"
warga-pribadi yang bertanggung jawab, partisipatif, dan keadilan
berorientasi-implikasi politik yang menekankan pendidikan bagi
demokrasi. Artikel tersebut menunjukkan bahwa konsepsi sempit dan
seringkali ideologis konservatif kewarganegaraan tertanam dalam upaya
saat ini banyak di mengajar untuk demokrasi mencerminkan pilihan tidak
sewenang-wenang, melainkan, pilihan-pilihan politik dengan konsekuensi
politik...
Jumat, 25 November 2011
PLKH LITIGASI
Dalam hukum perdata
Satu pihak penggugat
a. Akta Kelahiran
b. Akta tanah
c. Akta kena lahir : dibuat o;eh pemerintah setempat, bersifat sementara dan di buat karena mendesak
Penetapan akta Waris
Apabila seseorang merasa dirugikan haknya dilangar dapat mengajukan ke PN oleh pihak penggugat / kuasa hukum penggugat. Apabila pengggugat tidak bias membaca dan menulis maka gugatan dapat di buat didepan pengadilan (Hakim) dan di tanda tangani (lisan / mondeling vordeling)
Hal2 yang harus di muat dalam gugatan
a. Identitas Para Pihak (penggugat dan tergugat)
b. Posita (poundamenten Vesending) yaitu yang menjelaskan hubungan hukum para pihak/ alas an yang dapat melandasi seorang penggugat ke tergugat dapat menuntut tergugat. Yang terdiri dari :
1. Bagian yang menguraikan peristiwa atau kejadian, kronologis peristiwa penjelasan mengenai duduk perkara
2. Bagian yang menguraikan tentang hukumnya yaitu adanya hak / hubungan hukum dasar tuntutan yaitu gugatan.
c. Petitem : hal yang diminta / dimohonkan penggugat kepada hakim
a. Primer : tututan yang dimohonkan agar di putus dan dikabulkan oleh hakim
b. Subside : menyerahkan keputusan yang dianggap adil kepada hakim (Ex Aequa Et Bono)
Isinya gugatan dapat di minta sita jaminan ( conservatoir Baslag = CB) atau disebut barang tetap & Revindicatoir Beslag = RB atau disebut barang bergerak. Tujuannta agar penyitaan pengadilan tidak sia-sia.
PLKH (Litigasi) mengenai praktek dipengadilan, mengenai hukum Acara perdata, Hukum acara Pidana, Agama, Hukum acara TUN.
dalam perkara perdata pihak penggugat harus membayar uang muka (persekot) unutk biaya pemanggilan, dlll. Apabila tergugat kalh maka yang harus membayar adalah pihak tergugat (uang muka penggugat diganti)
apabial pihak penggugat tidak mempunyai uang unutk melakukan gugatan. Maka gugatan dapat dilakukan secara Prodeo (dengan menggunakan uang Negara)
unsur2 formil gugatan
1. Melanggar Kompetensi absolute
Kompetensi absolute adalah kekuasaan kehakiman dilakukan oleh 4 kekuasaan yaitu Pengadilan agama, pengadilan militer, pengadilan TUN, pengadilan umum.
2. Kompetensi Relatif didasarkan pada patokan batas
a. Kewebangan megadili berdasarkan kekuasaan daerah hukum
b. Masing2 badan peradilan dalam suatu lingkungan telah ditetapkan batas2 wil hukumnya.
c. Potensi relative suatu pengadilan menuju asas2 yang ditentukan dalam pasal 118 HIR, yang berwenang mengdili adalah Pengadilan dimana tergugat tunggal oleh karena itu gugatan diajukan ditempat tinggal tergugat tunggal.
yang dimaksud tergugat tunggal
a. tempat kediaman tergugat
b. tempat alamat tertentu
c. tempat sebenarnya berdiam
menentukan harus berdasarkan
a. KTP
b. KK
c. Surat Pajak
Yang dimaksud berdiam adalah tempat secara nyata tinggal, untuk mengantisipasi ahli waris yang tidak diketahui tempat tinggalnya maka mengajukan gugatannya Ke PN dari tempat tinggal pewaris
Suatu gugatn dianggap eror inforsona / kesalahan dalm hukum apabila penggugat belum dewasa, bukan orang yang mempunyai hak atau kepentingan, ada dibawah kemampuan.
Gugatan kabur atau tidak jelas Abscure libel apabila
a. Posita masih / tidak menjelaskan dasar hukum dan yidak mendasari gugatan.
Dasar hukum ada tapi tidak memperjelas kejadiannya/ tidak memenuhi asa jelas dan tegas
b. Tidak jelas objek yang dipersengketakan (lokasi, batas yang dipersemhketakan) objek sengketa tidak ada.
Terdapat pertentangan antara posita dengan petitum
Macam-macam saksi
a. A charge = saksi yang memberatkan
b. A de charge = saksi yang meringankan
Apabila dalam suatu gugatan atau perkara perdata dilakukan perdamaian. Putusan tersebut dinamakan putusan perdamaiaan
BAGIAN PERDATA
a. Mengajukan gugatan ke PN. Panitera Kepala > Ketua Pengadilan > menunjuk majelis hakim > majelis hakim yang menetapkan siding
b. Pada tahap eprtama majelis hakim berusaha inutk mendamaikan. Perdamaian tercapai kekuatan hukumnya tetap.
c. Apabila perdamaian tidak tercapai mka majelis hakim memberikan waktu kepada pihak tergugat unutk memberikan jawaban (duplik) pihak penggugat tersebut melakukan jawaban (replik). Kemudian penggugat meberikan jawaban lagi (rereplik). Tergugat (reduplik)
d. Pembuktina tertulis (penggugat)
e. Pembuktina jawaban (tergugat)
Dalam jawaban tersebut maka tergugat dapat melakukan eksepsi. (ekspsi absolute = ketidak wenangan pengadilan harus dilaksanakan di PTUN). Apabila siding diadakannya bukan di PN cibinong tapi di PN bogor disebut Relatif.
f. Kesimpulan
g. Putusan
h. …
GUgatan ditolak : dapat diajukan kembali
Gugatan dapat diterima : tidak dapt diajukan kemabali
Apabila gugatan diterima maka pihak penggugat dapat mengajukan ke Pengadilan yaitu eksepsi
Format gugatan
a. Tanggal gugatn dibuat
b. Kops kepengadilan mana gugatan diajukan
c. Tittle gugatan (disebut secara singkat dan jelas dan harus singkron dengan isi gugatan) mengguanakan bahasa hukum.
d. Identitas para pihak
e. Posita
f. Petitum
g. Nama penggugat atau kuasa penggugta dengan di tanda tangani
Putusan apabila dilaksanakn sita jaminan maka putusannya sah
Tujuan sita jaminan adalh agar barang tidak hilang.
Seseorang disangka melakukan tindak pidana apabila :
a. Ada laporan
b. Ada pengaduan
c. Tertangkap tangan
Seseorang dilaksanakan penahanan dengan tujuan :
a. Supaya tidak mengurangi barang bukti
b. Supaya tidak melakukan kejahatan
Alat bukti lisan / surat
a. Akte otentik
b. Akte dibawah tangan
Akte apabila tidak dipercaya maka yang harus membuktikan yang tidak dipercaya
Apabila dibawah tangan yang membuat harus yang mebuktikan
Keputusan pengadilan bagi seornag terdakwa
a. Bebas murni (vregsfraak) : bebas secara murni karena tidak terbukti melakukan tindak pidana / karena perintah atasan.
b. Bebas dari tuntutan hukum (onslag van reshts vervolging)
1. Sedang dalam keadaan tidak baik
2. Dibawah umur
3. Berada dalam pengampunan
Semua keputusan bias berkekuatan hukum apabila [utusan dilakukan / diucapkan pada siding terbuka untuk umum.
Perbedaan eksekusi perdata dengan pidana
1. Pada perkra perdata dilakukan oleh juru sita & diketua oleh ketua pengadilan
2. Perkra pidana dilakukan oleh kejaksaan diketuai oleh ketua pengadilan
Pelaksanaan hukuman mati
a. Tidak dilaksanakan dimuka tertutup
b. Dilaksanakan didaerah tempat pengdilan menjatuhi hukuman
c. Dilaksanakan oleh 2 orang brimob , 14 tamtama, dan 2 orang perwira, tetapi yang berisi peluru hanya satu orang
Syarat2 saksi
a. Formil : harus bersumpah
b. Materil : keterangan seorang saksi saja tidak bias dijadikan sebagai alat bukti yang sah, harus dilengkapi dengan lat bukti yang lain.
c. Seorang itu wajib menjadi saksi. Apabila mau mengundurkan diri harus ada syarat tertentu :
1. Saudara dengan terdakwa
2. Suami isteri
3. Sama2 sebagai tersangka
Dalam perkara pidana keterangan tersangka tidak cukup harus disertai dengan bukti2 & saksi2 (materiil)
Dalam perkara perdata cukup dengan pengakuan tergugat sudah mencukup[I dan dapat diputus ( formil)
Surat kuasa :
a. Harus berbentuk tertulis
1. bisa dibawah tangan, dibuat oelh kedua belah pihak dan ditandatangani oleh pemeberi kuasa dan penerima
2. dapat dibuat oleh panitera pengadilan tapi harus disahkan oleh KPN atau hakim
3. dibuat oleh notaries (akta otentik)
b. harus menyebutkan identitas para pihak yang berperkara, penggugat & tergugat
c. menegasakan objek dan kasus yang diperkarakan dalam arti :
1. harus tegas menyeutkan tentang apa yang diperkarakan
2. menyebutkan jenis dan macam perkara
syarat tersebut bersyifat komulatif, jika salah satu syarat tidak dipenuhi
a. mengakibatkan surat kuasa itu cacat
b. kedudukan kuasa sebagai pihak formil mewakili pemberi kuasa tidak sah
c. sehingga gugatan harus dinyatakan tidak dapat diterima sehingga dikatakan “NO = Niet Onvankelijk verklaard). Apabila suatu perkara dinyakan NO maka dapat diperbaiki dan diajukan kembali.
d. Atau semua tindakan hukum yang dilakukan kuasa itu tidak sah dan tidak mengikat.
Dalam perkara perdata apabial pemerintah berperkara maka dapat diwakili oleh :
a. Pengacara pemerintah yang ditunjuk
b. Jaksa
c. Orang tertentu yang diangkat oelh instansi yang bersangkutan dengan membuat surat pengangkatan yang tidak bermaterai
Surat kuasa yang dibuat diluar negeri dapat dianggap sah apabila memenuhi persyaratan yang ditentukan dan dilegalisasi oleh KBRI
Kamis, 24 November 2011
MENGUNGKAP MISTERI RAMALAN TANAH JAWA
“ SAK BEJO BEJANING SING LALI ISIH BEJO SING ELING LAN WASPODO “
Ada ramalan yang berbunyi “WONG JOWO KARI SEPARO CINO LONDO KARI SAK JODO”.
Saya
dr.LUDJIONO khawatir ramalan ini akan benar-benar segera terjadi. Hal
ini berdasar naluri saya dimana sebagian besar naluri atau prediksi saya
yang telah dimuat di media massa terbukti menjadi kenyataan, prediksi
tersebut antara lain :
1. Jauh
sebelum Soeharto lengser saya memprediksi penggantinya adalah Habibie
dan pengganti Habibie adalah Gus Dur, tulisan ini dimuat di surat
pembaca harian Surya dengan judul “ASET BANGSA” dan dengan judul “ANDAI
CHAIRIL ANWAR MASIH HIDUP”.
2. Setelah Habibie menjadi Presiden saya memprediksi Presiden berikutnya adalah “Gus Dur” Prediksi ini dimuat di :
- Pembaca Menulis JAWA POS dengan Judul “SATRIO PININGIT ITU GUS DUR”
- Harian
SURYA, surat pembaca dengan judul “SATRIO PININGIT DAN KONVOI JALANAN”
dan dengan judul “ SALAM UNTUK PRESIDEN RI KE EMPAT GUS DUR”
- Majalah LIBERTY dengan judul “SATRIO PININGIT ITU GUS DUR”
- Buku Megawati Karangan wartawan “POSMO” disini disampaikan pendapat orang diantaranya
pendapat Putri Wong Kamfu, mereka ada yang berpendapat pengganti
Habibie adalah Wiranto, Sultan Hamengkubuwono X dll. Disini saya
nyatakan pengganti Habibie adalah Gus Dur.
3. Dalam
masa seratus hari pemerintahan Gus Dur ada Demonstrasi ketika itu saya
diwawancarai wartawan POSMO dan wawancara itu dimuat di majalah “POSMO”
dalam wawancara itu saya nyatakan bahwa kalau Amien Rais menjatuhkan
Gus Dur maka Amien Rais tak akan pernah menjadi Presiden RI
4. Jauh sebelum Susilo Bambang Yudhoyono jadi Presiden saya nyatakan Susilo Bambang Yudhoyono akan menjadi presiden RI ke 6 dimuat dihalaman 08, 09, 10, 11 Majalah Liberty Edisi No. 2195 Tanggal 1 – 10 Mei 2004.
5. Ketika
Timor-Tmur lepas saya diwawancarai wartawan majalah BANGKIT meminta
prediksi saya tentang masa depan Aceh, saya nyatakan Aceh soal mudah dan
akan tetap menjadi bagian RI.
6. Dll.
Kembali pada ramalan “WONG JOWO KARI SEPARO CINO LONDO KARI SAK JODO”.
Lebih
kurang 10 tahun lalu pernyataan saya tentang akan pindahnya Ibu Kota
Negara telah dimuat oleh Majalah “ POSMO”, pindahnya Ibu Kota Negara ini
menurut saya ada kaitan dengan ramalan diatas “WONG JOWO KARI SEPARO”
artinya karena Ibu Kota Negara pindah ke pulau lain maka orang Jawa
banyak yang pergi ke Ibu Kota Baru sehingga Penduduk tanah Jawa
berkurang, namun yang mengkhawatirkan adalah akan adanya “GORO-GORO”
seperti yang diramalkan Paranormal Permadi, S.H.
Kesimpulan penyebab Wong Jowo Kari Separo adalah karena Ibu Kota Pindah dan karena terjadinya “GORO-GORO”.
Sedang
ramalan yang menyatakan “CINO LONDO KARI SAK JODO” adalah berarti tidak
ada lagi bangsa Cina atau bangsa Belanda di Negeri ini. Yang ada hanya
Duta besar Cina dan Duta besar Belanda.
Tuntas
sudah pengungkapan Misteri Ramalan yang berbunyi “WONG JOWO KARI SEPARO
CINO LONDO KARI SAK JODO”. Yang selama bertahun-tahun bahkan
beratus-ratus tahun menjadi misteri di Tanah jawa.
Episode berikutnya akan kami ungkap misteri Ramalan Tanah Jawa tentang akan adanya Tujuh Presiden berturut-turut di tanah Jawa.
Saat ini enam Presiden sudah benar-benar terjadi lantas siapa Presiden RI ke tujuh.
Jawabannya ada di episode dua “MENGUNGKAP MISTERI RAMALAN TANAH JAWA”
Bapak
Mario Teguh ketikabincang-bincang dengan Audiennya bertanya, enak mana
makan gratis dengan makan bayar..? audien dengan kompak menjawab enak
makan gratis, ternyata Pak Mario Teguh dengan tegas mengatakan.SALAH!
sebab yang gratis Cuma cabenya, sedang yang bayar boleh memilih
sesukanya.
Karena itu hargailah dirimu, yang gratis-gratis itu biasanya untuk keluarga miskin.
Untuk menghargai pembaca tulisan ini yang ingin membayar Boleh,..minimal Rp. 10.000,- untuk warga miskin gratis.
Caranya dengan mengirim ke nomor Rekening 029 225 5217 Bank Pembangunan Daerah Cabang Situbondo atas nama dr. Ludjiono.
EPISODE 2
Seperti
tertulis di episode yang lalu, episode 2 ini akan mengungkap Misteri
Ramalan Tanah Jawa tentang adanya 7 Presiden berturut-turut di tanah
jawa.
Ramalan
ini saya dapat dari wartawan majalah “BANGKIT” saat mewawancarai saya
dan diyakininya Ramalan itu ditulis R. Ngabehi Ronggo Warsito dari
Kraton Surakarta, betul tidaknya saya tidak tahu. Dari 7 Presiden
tersebut saya sudah mengungkap beberapa diantaranya, urutan 7 Presiden
ini sepertinya tak boleh dibolak balik seperti yang saya lihat di suatu
majalah dimana urutan ke 4 menjadi urutan ke lima dan sebaliknya urutan
ke 5 menjadi urutan ke 4. Sebab masing-masing nama disitu mengandung
makna sandi (Sanepo) dimana kejadiannya berurutan sesuai nomor urutnya
sebagai berikut :
1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO
Artinya
Presiden pertama ini hidupnya sering dipenjara atau ditahanan namun
namanya termashur atau terkenal melampaui zamannya.(BUNG KARNO)
2. SATRIO WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR
Artinya Presiden kedua ini sangat ditakuti namun dia diakhir pemerintahannya menjadi terhujat.(SOEHARTO)
3. SATRIO JINUMPUT SUMELO ATUR
Artinya presiden ketiga diambil begitu saja dengan kesepakatan untuk mengisi kekosongan sementara waktu. (B.J.HABIBIE)
4. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH
Artinya
Presiden keempat ini dibatasi penglihatan matanya namun mampu
menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara yang disebut orang dengan
“Pluralisme”.(K.H ABDURRAHMAN WAHID / Gus Dur)
5. SATRIO LELONO TOPO NGRAME
(Ayam
ketika menetaskan telurnya disebut ngeram, ini biasanya dilakukan oleh
ayam betina) Artinya Presiden ke lima ini adalah seorang perempuan dan
sebagian besar hidupnya disumbangkan untuk menolong orang yang mendapat
kesusahan, rakyat miskin dll yang sekarang dikenal sebagai pembela “Wong
Cilik”. (Megawati Soekarno Putri)
6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO
Artinya
dimasa Presiden ke 6 ini banyak orang boyong (pindah) boyongnya bisa
karena banjir, gempa bumi, gunung meletus, tsunami, lumpur, di gusur dll
dan diakhir masa pemerintahannya akan ada kejadian luar biasa. (Susilo
Bambang Yudhoyono)
7. SATRIO PINANDHITO SINISIHAN WAHYU
Artinya
Presiden ke 7 RI nanti adalah orang yang “Mumpuni”, bergelar Profesor
doktor, ahli ilmu tata negara ( sehingga tak mudah dipermalukan seperti
saat ini ), pernah jadi Menteri (eksekutif), jadi anggota DPR dan
Pimpinan MPR (Legislatif) dan pernah jadi ketua Lembaga Tinggi
Yudikatif. Dia juga berani , jujur dan tegas, ini dibuktikan dengan
keberaniannya membuka rekaman pembicaraan Mafia Hukum di depan
Pengadilan. Bahkan keberaniannya ditegaskan dengan kalimat “ kalau saya
Presiden…..”
Selamat Pak, Insya Allah anda akan benar-benar menjadi Presiden RI dan
Saya Orang pertama yang memberi salam pada Presiden RI ke 7 “MAHFUD
M.D”
Jadi Presiden ke 7 RI adalah “MAHFUD M.D” dan dia benar-benar murni didukung Rakyat (SINISIHAN WAHYU).
Tahun
2004 saya menjagokan SBY jadi Presiden ( Dimuat Majalah Liberty dalam 2
edisi penerbitan) tahun 2009 saya menjagokan lagi tapi dengan catatan
dia akan jatuh ditengah jalan kalau melanggar melanggar banyak
rambu-rambu (dimuat majalah POSMO) meski demikian saya merasa tidak
mendapat apa-apa, saya lebih banyak melihat kejadian yang tidak
membanggakan atau mengenaskan, untuk itu saya tidak akan lagi
menjagokannya kalau ada orang yang ingin menjagokan untuk yang ketiga
kalinya. Pak Amien Rais bilang usulan Presiden 3 Periode dagelan. Ya
pak, tapi dagelan ini menghasilkan uang dan kekuasaan. Dengan selesainya
prediksi Presiden ke 7 RI ini maka tuntas sudah saya mengungkap Misteri
Ramalan tentang adanya 7 Presiden berturut-turut di tanah Jawa.
EPISODE
berikutnya mengungkap Misteri Ramalan Joyoboyo tentang tanda-tanda Wong
Cilik Biso Gumuyu yaitu ramalan yang berbunyi….” SABUKLEBU LIR MAJENUN
TUDANG TUDING ANGITUNG JIWANING KAWULO” dan itu mungkin Episode terakhir
karena tulisan ini kurang peminatnya kalaupun ada sepertinya hanya
warga miskin. Padahal sebenarnya orang Jawa ini sebelumnya adalah bangsa
yang besar dan berkemampuan luar biasa atau super dan tidak kalah
dengan bangsa-bangsa lain, bahkan diatas atau minimal sama dengan bangsa
lain. Gara-gara ada 2 madzab yaitu madzab Kumbokarno dan madzab Hantu
Padang Karautan yang banyak dianut sebagian besar penduduk negeri ini
maka Wong Jowo kondisinya seperti sekarang, banyak yang berjiwa Kerdil
dan bermental Jongos ( akan ditulis di episode mendatang ).
Terima Kasih
EPISODE 3
Episode
3 ini akan mengungkap misteri ramalan dimana “ Wong Cilik Biso Gumuyu “
yang ditandai dengan adanya orang “………Sabuk Lebu Lir Majenung Tudang
Tuding Angitung Jiwaning Kawulo “. Ramalan ini saya dapat dari
pelajaran sekolah dasar di tahun enam puluh tujuh puluhan. Saya bisa
merasakan betapa sedih dan pedihnya hati Prabu Kameswara ( NOSTRADAMOS
VAN JAVA ) ketika mulai menulis ramalan yang terkenal dengan nama “
Jongko Joyo Boyo “ ini siapa yang tak sedih kalau melihat kelak rakyat
tanah Jawa akan menjadi budak. Meski hidup di Negeri sendiri yang kaya
raya tetapi tak punya hak apa-apa kecuali tunduk dan patuh pada
keinginan penguasa yang zalim. Saya yakin Raja Kediri menangis
bercucuran air mata ketika menulis ramalan ini (tidak seperti pemimpin
zaman sekarang menangis bukan karena melihat penderitaan rakyat tapi
menangis karena di isin-isin atau diolok-olok). Namun untung masih ada
secercah cahaya nun jauh diujung sana.
Cahaya
itu mengatakan “ Wong Cilik Biso Gumuyu “. Rakyat sejahtera adil makmur
aman sentosa. Hal ini akan terjadi bila ada tanda-tanda, ada orang
“………Sabuk Lebu Lir Majenung Tudang Tuding Angitung Jiwaning Kawulo “.
Ada
orang yang berani memperjuangkan hak rakyat tanpa memperdulikan keadaan
dirinya sehingga orang mengatakan mirip orang gila. Seperti diketahui
Wong Jowo semula adalah bangsa yang besar dalam artian bangsa yang maju
berharga diri tinggi dan kemampuan luar biasa (bukan bangsa yang berjiwa
kerdil dan bermental jongos). Hal ini bisa dilihat dari peninggalan
-peninggalan bangsa jawa yang pasti akan membuat terperangah dan
terkagum-kagum bagi logika normal.
Bayangkan
dari ratusan negara yang ada di dunia hanya ada beberapa keajaiban
salah satunya ada di Jawa, tembok besar di Cina, Piramid di Mesir, Jawa
punya Borobudur.
Dari ratusan negara yang ada di dunia hanya ada beberapa yang punya aksara salah satunya adalah aksara Jawa Ho No Co Ro Ko.
Dari
ratusan negara yang ada di dunia hanya ada beberapa negara yang punya
Kalender (Tahun) Tahun Masehi, Tahun Hijriyah dll Bangsa Jawa punya
tahun Saka.
Mungkin
di dunia ini hanya bangsa Jawa yang punya bahasa bertingkat-tingkat
ngoko, kromo, kromo inggil dsb. Bahkan mungkin hanya bangsa Jawa yang
punya perhitungan Kalender yang lebih sempurna lagi seperti hari
Pasaran, Pahing, Pon, Wage, Kliwon, Legi.
Kemunduran
bangsa Jawa atau keprihatinan Prabu Kameswara mungkin dimulai ketika
Pendeta Loh Gawe ketemu Hantu Padang Karautan. Seandainya Pendeta Loh
Gawe ketika bertemu Hantu Padang Karautan bisa berperan seperti Sunan
Bonang ketika bertemu Brandal Loko Joyo maka mungkin sejarah tanah Jawa
akan berbunyi lain, tapi kenyataan tak bisa dipungkiri Madzab Hantu
Padang Karautanpun muncul dengan ciri-ciri utama untuk mendapat
kekuasaan adalah dengan selingkuh, Fitnah, dan membunuh. Madzab ini
terus berkembang sampai saat ini banyak pemimpin di tanah Jawa mengikuti
Madzab ini.
Namun
disini bangsa Jawa masih tetap punya harga diri tinggi. Pemimpin dan
rakyat Jawa tidak mau kalau ada bangsa yang melecehkan orang Jawa. Ini
dibuktikan Kartanegara ketika utusan Ku Bhilai Khan datang ke tanah Jawa
meminta Singasari tunduk pada keturunan Jenggis Khan yang saat itu
ditakuti di seluruh Dunia. Dengan sangat murka Raja Singasari pun
memotong telinga utusan Raja Tiongkok itu dan menjawabnya dengan surat
tantangan.
Demikian
juga ketika tentara mongol ketanah Jawa, Raden Wijaya berani dan mampu
menghabisinya. Sejak itu tidak ada lagi bangsa lain yang berani
melecehkan orang Jawa.
Hal
ini terus dipertahankan oleh Rakyat dan Raja-raja Jawa seperti Hayam
Wuruk, Brawijaya V, Raden Patah, Sultan Trenggono, Joko Tingkir,
Sutowijoyo dan Sultan Agung.
Runtuhnya
kejayaan orang Jawa dimulai ketika Amangkurat II membunuh Pahlawan
Trunojoyo di alun-alun Kraton dengan disaksikan banyak rakyat tanah Jawa
dan diikuti dengan dibunuhnya orang sakti dan tokoh berilmu dengan cara
diundang ke suatu perjamuan makan kemudian tempat perjamuan itu dibakar
habis hingga tokoh-tokoh orang Jawa yang berilmu Tinggi banyak yang
mati. Sejak itu Wong Jowo seperti anak ayam kehilangan Induk dalam
ramalan dinyatakan sebagai “Wong Jowo lali Jowone”. Artinya banyak orang
yang berjiwa kerdil dan bermental Jongos tidak seperti orang Jawa
sebelumnya yang berani dan punya harga diri tinggi.
Sejak
itu pula muncul madzab kumbokarno dengan ciri-ciri Utama cinta tanah
air, jujur tapi bodoh, kerjanya hanya tidur dan baru bangun ketika lapar
atau mendekati ajal.
Ditahun
1945 Kumbokarno lapar dan bangun muncul sosok asli tipe pemimpin Wong
Jowo yaitu berani dan punya harga diri tinggi seperti yang dipunyai
Ajisaka sampai Sultan Agung Hanyokrokusumo. Sosok itu bernama Soekarno
dan rakyat Jawapun Merdeka. Kalau ada tipe pemimpin yang berjiwa kerdil
bermental Jongos, gembeng nangisan tapi nangisnya bukan karena akibat
melihat penderitaan rakyat melainkan akibat di isin-isin itu bukan tipe
asli pemimpin Wong Jowo melainkan tipe pemimpin Wong Jowo lali Jawane.
Ditahun 1998 Kumbokarno lapar lagi dan Bangunnya Kumbokarno timbul Reformasi kemudian dia tidur lagi.
Ketika KPK dikriminalisasi Kumbokarnopun Nglilir sehingga timbul barisan FACE BOOKER kemudian ngorok lagi.
Kalau
ramalan Permadi,SH. Tentang goro-goro itu benar maka goro-goro itu
adalah bentroknya Madzab Kumbokarno dan madzab Hantu Padang Karautan.
Salah satu pemicunya adalah tentang Presiden 3 Periode (bisa saja
setelah Presiden 3 Periode baru Goro-goro).
Sehabis
Goro-goro ini baru Wong cilik biso gumuyu ditandai adanya pemimpin yang
menghargai dan membela setiap warganya dan punya jiwa yang berani dan
punya harga diri tinggi.
Demikian
tuntas sudah tulisan mengungkap Misteri Ramalan Tanah Jawa, wong cilik
Biso Gumuyu dan “SABUK LEBU LIR MAJENUN TUDANG TUDING ANGITUNG JIWANING
KAWULO”.
Episode ke 4 mengungkap inti utama ramalan tanah Jawa yaitu “SAK BEJO BEJANING SING LALI ISIH BEJO SING ILING LAN WASPODO”
Terima Kasih
EPISODE 4
Episode
ini mengungkap misteri ramalan yang berbunyi “SAK BEJO BEJANING SING
LALI ISIH BEJO SING ELING LAN WASPODO” ramalan ini sepertinya tak asing
bagi kita namun makna di balik misteri ramalan sepertinya tak ada
seorangpun yang tahu kecuali penulisnya sendiri (KAMESWARA) bahkan
pemimpin bangsa dan Tokoh-tokoh negeri inipun tidak ada yang tahu
padahal diramalan inilah terletak solusi dari kondisi bangsa Jawa
(bangsa Indonesia) yang terpuruk ratusan tahun. Ketidak tahuan ini bisa
diambil contoh dari kenyataan beberapa Tokoh negeri ini seperti Pak
Safei Ma’arif yang antara lain berharap agar para pemimpin cepat siuman
atau sadar.
Ma’af Pak, para pemimpin tidak lagi pingsan. Pernyataan Pak Safei Ma’arif ini kalau dikaitkan dengan ramalan diatas nilainya + 25
% kemudian pernyataan Gus Dur (Almarhum) yang mengatakan bangsa ini
penakut, orang yang salah tidak diapa-apakan. Demikian juga dengan
pernyataan Gus Dur yang lain yang mengatakan bahwa ketika Ia bertemu
Presiden Amerika, Rusia dan Perdana Menteri Inggris ketiganya tampak
sedang menangis meraung-raung ketika pertanyaannya tentang kapan
rakyatnya sejahtera dijawab 20 tahun lagi oleh Tuhan. Dan ganti ketika
Presiden Indonesia bertanya kepada Tuhan kapan rakyat Indonesia
sejahtera maka jawabnya justeru Tuhan yang menangis meraung-raung.
Kalau
dikaitkan ramalan diatas keprihatinan Gus Dur ini nilainya 50% kemudian
Paranormal Permadi,SH. Yang mengaku penyambung lidah Bung Karno kalau
dikaitkan Ramalan diatas nilainya 60% yang hampir paham makna misteri
ramalan diatas atau nilainya antara 90% s/d 95% adalah Soekarno hal ini
didasarkan dari pernyataan-pernyataannya sebagai berikut :
1. Dia
menyatakan dirinya sebagai penggali Pancasila dan menggunakan Pancasila
ini sebagai Dasar Negara yang Ia Proklamasikan dan Pancasila ini digali
dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
2. Dia berani menyatakan “Go to Hell wite your aid” pada Amerika dan berani mengatakan ganyang Malaysia dan antek-anteknya.
3. Dia menyatakan dan memberi nama salah satu Pidatonya dengan “JAS MERAH” artinya jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.
Hanya
memahami 90% s/d 95% makna ramalan diatas Soekarno mampu memerdekakan
Bangsa Indonesia(mestinya seluruh bangsa Indonesia berhutang budi pada
Soekarno, kalau sekarang pemimpin justeru yang berhutang pada rakyat
karena janji-janjinya).
Dari
uraian ini mungkin pembaca sudah bisa menebak apa makna ramalan diatas ,
namun biar lebih terang benderang akan saya jelaskan dengan kunci
ramalan yang berkaitan dengan ramalan yang berkaitan dengan ramalan Wong
Jowo Lali Jawane.
Seperti
telah dijelaskan tulisan ini sebelumnya bahwa setelah Trunojoyo dibunuh
di alun-alun dan para tokoh sakti dan berilmu tinggi dibakar diruang
perjamuan bangsa Jawa mengalami Inferioritas Wong Jowo Lali Jawane.
Sejak
itu Wong Jowo merasa dirinya sebagai bangsa miskin, penakut, gembeng
cengeng, banci berjiwa kerdil bermental jongos sampai sekarang, sehingga
kalau sekarang rakyat diberi Hak memilih maka bisa dipastikan sebagian
besar rakyat akan memilih pemimpin yang berasal dari orang miskin dan
punya sifat-sifat penakut, gembeng cengeng (nangisan tapi nangisnya
bukan akibat melihat penderitaan rakyat melainkan nangis karena
diolok-olok), banci berjiwa kerdil bermental jongos dan mudah
dilecehkan.
Jadi
sejak peristiwa dibunuhnya Trunojoyo sampai sekarang orang Jawa baik
rakyat maupun pemimpinnya merasa dirinya sebagai bangsa “INFERIOR”.
Seandainya
saja Soekarno faham makna dibalik ramalan “SAK BEJO BEJANING SING LALI
ISIH BEJO SING ELING LAN WASPODO” tidak hanya 90% s/d 95% tetapi faham
100% maka sikap atau pernyataan Soekarno tentu tidak hanya seperti yang
dinyatakan diatas tetapi Soekarno pasti akan menyatakan:
- Saya
orang Jawa (Indonesia) anak turun Ajisaka yang mampu membuat aksara
dengan bentuk suatu cerita yang tak ada tanding keindahannya.
- Saya
orang Jawa (Indonesia) anak turun Ajisaka yang mampu membuat
perhitungan tahun yang indah lengkap dengan hari pasaran yang tiada
duanya di dunia.
- Saya
orang Jawa (Indonesia) anak turun Rakai Pikatan Rakai Sanjaya yang
mampu membuat candi Borobudur yang merupakan salah satu Keajaiban Dunia.
- Saya
orang Jawa (Indonesia) anak turunprabu Kameswara yang mampu membuat
“JONGKO JOYO BOYO” sebuah ramalan yang mampu menjangkau kejadian selam
seribu tahun yang tak kalah dengan NOSTRODAMUS atau peramal manapun di
dunia.
- Saya
orang Jawa (Indonesia) anak turun Raja Kertanegara yang memotong
telinga utusan Khu bilai Khan yang berani melecehkannya (kalau Malaysia
berani melecehkan bangsa saya akan saya potong hidungnya, dan
sebagainya.
Faham para pembaca ? baik akan saya simpulkan.
Kesimpulan makna dibalik misteri “SAK BEJO BEJANING SING LALI ISIH BEJO SING ELING LAN WASPODO” adalah bahwa :
“Bangsa
Jawa (Indonesia) adalah Bangsa Superior hanya karena kesalahan beberapa
pemimpinnya maka seakan-akan bangsa Jawa adalah bangsa Inferior.
Bangsa
Jawa (Indonesia) sekarang adalah keturunan bangsa Jawa yang dahulu,
bangsa yang Superior ini harus diingat betul, sebab ada banyak bangsa
yang selalu berusaha agar bangsa Jawa merasa dirinya bangsa yang
Inferior. Sehingga mudah dilecehkan dan mudah dikeruk kekayaannnya.
Ramalan
ini adalah bukti bahwa Wong Jowo (bangsa Indonesia) adalah bangsa
Superior dan ramalan ini mengingatkan agar bangsa Jawa (Indonesia)
waspada terhadap keinginan bangsa lain agar bangsa Jawa (Indonesia)
merasa sebagai bangsa Inferior sehingga mudah dilecehkan dan diambil
kekayaannya.
Dari
ramalan ini sudah bisa disimpulkan bahwa seandainya Soekarno tidak ada
mungkin bangsa Indonesia tak akan pernah merdeka karena hanya Soekarno
yang faham bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa Superior.
Faham Pembaca…
Kalau Faham Resikonya, anda harus membayar kalau tak bayar anda termasuk Wong Jowo Lali Jawane, Miskin suka Gratisan..!!
Sumber : Dr. Ludjiono
Jumat, 11 November 2011
Makna Angka 11-11-11
Tergerak untuk mengetahui apa makna di balik angka 11-11-11. Bertepatan
dengan tanggal hari ini. Jika dibilang angka ini hanya terjadi seumur
hidup sekali, semua orang juga tahu itu. Apa bedanya dengan
tanggal-tanggal yang lain? Semua tanggal hanya terjadi seumur hidup
sekali. Tanggal 01-02-03 juga hanya terjadi seumur hidup sekali.
Keunikan tanggal 11-11-11 ini selain nomor cantik (karena terdiri dari
deretan angka 1), juga dipermasalahkan dengan mitos-mitos tertentu.
Lantas apa yang spesial di tanggal 11-11-11 ini? Mari kita simak
analisis dari pakar Numerologist (pakar yang mencari arti mistis di
balik angka-angka).
Pada abad pertengahan, numerologists percaya semua nomor memiliki arti.
Dalam kata-kata seorang pakar abad ke-16, Petrus Bungus, angka 11 tidak
ada hubungannya dengan hal-hal yang transenden atau mistis (divine things). Karena angka 11 terjebak antara nomor 10 dan 12 yang diyakini sebagai angka istimewa.
“Dengannya angka 11 adalah bermakna kejahatan murni (pure evil),
dan mewakili orang-orang berdosa. Artinya, bukan pertanda baik untuk 11
November 2011, tanggal ketika tiga 11 akan menyelaraskan untuk pertama
kalinya dalam satu abad”, pendapat Bungus.
Berkaitan dengan pendapat Numerologist tersebut, saat ini ada sebuah film horor yang baru berjudul “11-11-11" .Mengisahkan cerita menakutkan yang akan terjadi pada tanggal ini.
Karakter film ini menyebutnya dengan istilah “fenomena 11:11,”
kecenderungan untuk melihat jam lebih sering di 11:11 dibandingkan pada
waktu hari yang lain. Pada hari kesebelas dari bulan kesebelas tahun
kesebelas, gerbang gelap (neraka) akan terbuka dan darah tak berdosa
akan tumpah.
Fenomena 11:11 ini memang banyak dibincangkan dalam kehidupan nyata,
banyak forum diskusi online yang mencari tahu apa arti dari nomor ini.
Orang mengatakan mereka merasa dihantui oleh 11s, yang tampaknya
menakutkan bagi mereka. Ada juga yang memaknainya sebagai tanggal yang
tampak menyenangkan.
Di sisi lain, beberapa modern numerologists menganggap 11/11/11
menguntungkan, dan menurut sumber-sumber berita lokal di seluruh
negeri, banyak pasangan telah merencanakan untuk menikah pada hari ini.
Di Indonesia saja, hari ini di Jakarta akan ada 1000 pasangan yang akan
menikah. Belum lagi di kota-kota lain.
Selain itu, nomor 11 juga merupakan angka favorit dari penjudi–khususnya pemain blackjack dan Keno.
Adapun pendapat psikolog menyoroti angka ini dengan menyebutnya sebagai
kasus klasik dari “apophenia,” atau kecenderungan manusia untuk
menemukan makna atau pola dalam data yang terjadi secara acak. Kondisi
ini terjadi secara sendirinya, karena ketika kita lebih sadar terhadap
sesuatu - seperti memaknai makna 11/11/11 - maka akan semakin sering
kita akan melihat dalam dunia di sekitar kita, dan dengan demikian kita
semakin yakin bahwa pola tersebut adalah nyata. Persis seperti hantu.
Hantu itu tidak ada, tetapi ketika kita yakin, maka akan begitu nampak
pada yang meyakininya. Itulah apophenia.
Menurut Alan Lenzi, profesor studi keagamaan di University of the
Pacific yang mempelajari naskah-naskah numerologi dari kitab-kitab suci,
ia menyebutkan bahwa ini terkait dengan kecenderungan alami manusia
dalam mencari makna terhadap sesuatu. “Ilmuwan telah menunjukkan bahwa
otak manusia terprogram untuk mencari pola yang bermakna dalam data
sensoris yang dikumpulkan dari dunia”. Dalam kebanyakan situasi, aspek
kognitif ini membantu kita: memungkinkan kita untuk mengambil informasi
penting dari latar belakang angka acak. Tapi kadang-kadang berlebihan
dengan mencari pola pada angka-angka. Setelah ditemukan, pola-pola
tersebut kemudia dijiwai dengan makna imajinatif.
Peristiwa memaknai angka 11/11/11 juga terjadi pada beberapa tahun lalu
yang memakna angka 10/10/10. Kemudian angka 09/09/09 dan terus akan
begitu. Mungkin tahun depan akan sama angka 12/12/12. Karena manusia
cenderung menemukan makna di balik hal-hal yang menurut manusia unik.
Pemaknaan itu wajar sebatas memberikan efek positif. Tetapi jika
dikaitkan dengan hal-hal mistis, seperti pendapat para pakar di atas,
tidak ada hubungannya sama sekali.
Peristiwa besar bagi rakyat Indonesia juga akan terjadi pada tanggal
11/11/11, setidaknya ada 2 peristiwa: vote komodo akan diumumkan hari
ini dan pembukaan Sea Games di Palembang. Jika kemudian Komodo menang
maka pasti akan menggiring ke pemaknaan bahwa tanggal ini tanggal hoki,
tetapi jika sebaliknya maka akan dimaknai sebagai “gerbang neraka”. Atau
bisa jadi jika menang sekalipun, oleh sebagian orang akan dimakna tetap
sebagai “gerbang neraka”. Begitu pun dengan acara Sea Games. Jika
sukses maka tanggal ini akan dimaknai sebagai tanggal hoki, tetapi jika
ada peristiwa aneh maka akan dimaknai “gerbang neraka muncul di
Palembang”..woow seraam
Kamis, 03 November 2011
MENTAL
10 Sifat Mental Yang Harus Di Hindari
1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
Itu penyakit P da...n K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ?
Selalu “siapa” Bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.
Kekanak-kanakan. Kenapa ? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,” Adik tuh yang salah”, atau ” mbak tuh yang salah”. Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.
2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. “Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh”. Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai “improper guilty feeling”.
Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang “Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb”. Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya
kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.
3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya
kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang:
“Nah tuh ada kelinci, kejar aja”. Dia kejar itu kelinci, wesss…., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak
terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.
“Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang”.
“Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih”.
Kalau “GOAL” kita hanya untuk “FUN”, isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.
4. MEMPUNYAI “GOAL”, TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
Biasanya dialami oleh orang yang tidak “teachable”. Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.
5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin !. Karena hal
itu melawan kodrat.
6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?
7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja
nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.
8. TERLALU CEPAT MENYERAH
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di
tempat yang salah repot sekali.
9. BAYANG BAYANG MASA LALU
Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi
kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. “Waktu” itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ?
Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.
10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: “Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar”. Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.
1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
Itu penyakit P da...n K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ?
Selalu “siapa” Bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.
Kekanak-kanakan. Kenapa ? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,” Adik tuh yang salah”, atau ” mbak tuh yang salah”. Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.
2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. “Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh”. Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai “improper guilty feeling”.
Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang “Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb”. Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya
kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.
3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya
kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang:
“Nah tuh ada kelinci, kejar aja”. Dia kejar itu kelinci, wesss…., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak
terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.
“Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang”.
“Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih”.
Kalau “GOAL” kita hanya untuk “FUN”, isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.
4. MEMPUNYAI “GOAL”, TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
Biasanya dialami oleh orang yang tidak “teachable”. Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.
5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin !. Karena hal
itu melawan kodrat.
6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?
7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja
nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.
8. TERLALU CEPAT MENYERAH
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di
tempat yang salah repot sekali.
9. BAYANG BAYANG MASA LALU
Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi
kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. “Waktu” itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ?
Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.
10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: “Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar”. Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.
Selasa, 18 Oktober 2011
Gaya PDKT Ala Anak ABG Dikehidupan Sehari-hari
Beda usia beda pula cara PDKT untuk bisa mencuri hati sang pujaan hati. di usia anak yang baru gede jarang sekali mengutarakan cintanya secara terus terang. Selalu memendam rasa cintanya dan cemburu bila ada orang lain yang mendekati sang pujaan hati.
Mencari perhatian didepan sang pujaan hati yang selalu menjadi andalannya. Agar mendapat simpati dan ingin selalu di perhatiin dalam hal sekecil apapun.
Malu – malu kucing adalah salah satu ciri khas anak ABG meski rasa cintanya sudak berkecambuk dalam hati. Sahabat dekat adalah sarana untuk menyampaikan salam, atau hanya ingin mengucapkan " say hello ".
Jika suatu saat dapat kesempatan untuk bisa jalan berdua, entah pergi makan atau nonton tapi bisa membuat dia lupa segalanya. Bahkan sampai dirumahpun wajahnya selalu terbayang, hingga lupa makan dan menjadikannya sulit tidur.
Anak Baru Gede memang banyak menyimpan cerita, khususnya dalam masalah percintaan. Lika liku cinta anak baru gede mempunyai warna cerita tersendiri.
Itulah mungkin sedikit cerita Gaya PDKT ala anak ABG..
hehe....
Mencari perhatian didepan sang pujaan hati yang selalu menjadi andalannya. Agar mendapat simpati dan ingin selalu di perhatiin dalam hal sekecil apapun.
Malu – malu kucing adalah salah satu ciri khas anak ABG meski rasa cintanya sudak berkecambuk dalam hati. Sahabat dekat adalah sarana untuk menyampaikan salam, atau hanya ingin mengucapkan " say hello ".
Jika suatu saat dapat kesempatan untuk bisa jalan berdua, entah pergi makan atau nonton tapi bisa membuat dia lupa segalanya. Bahkan sampai dirumahpun wajahnya selalu terbayang, hingga lupa makan dan menjadikannya sulit tidur.
Anak Baru Gede memang banyak menyimpan cerita, khususnya dalam masalah percintaan. Lika liku cinta anak baru gede mempunyai warna cerita tersendiri.
Itulah mungkin sedikit cerita Gaya PDKT ala anak ABG..
hehe....
Kisah Mengharukan Ayah Dan Putrrinya : "Aku mau bayar waktu papa setengah jam"
Inilah gambaran bagiku yang kelak nantinya jika Saya menjadi seorang Ayah,,memberi kasih sayang dan memperhatikan buah hati adalah hal terpenting bagi hidup..:
Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama. "Kok, belum tidur ?"sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau Tanya berapa sih gaji Papa ?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10jam dan Dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ? " Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya."Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
"Tapi Papa..." Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew
"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut. "Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi.. karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp.. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.
Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.
"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya"
"Mohon maaf bila ada kesamaan nama, tempat, dan cerita"
'kiranya kelak berguna bagi kehidupan kita kedepannya'
Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama. "Kok, belum tidur ?"sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau Tanya berapa sih gaji Papa ?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10jam dan Dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ? " Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya."Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
"Tapi Papa..." Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew
"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut. "Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi.. karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp.. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.
Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.
"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya"
"Mohon maaf bila ada kesamaan nama, tempat, dan cerita"
'kiranya kelak berguna bagi kehidupan kita kedepannya'
Senin, 17 Oktober 2011
REVOLUSI ATAU TENGGELAM..!!!!!
1. Revolusi Indonesia
Di mana-mana, revolusi memiliki jangkauan harapan dan cita-cita yang sangat jauh, yakni menjadikan kedaulatan rakyat sebagai aturan tertinggi dalam penyelenggaraan negara. Dalam konteks Indonesia, sebuah revolusi sekarang ini bertujuan untuk mewujudkan Indonesia Baru. Di dalam era Indonesia Baru itulah,, akan tercapai masyarakat adil makmur yang telah lama dicita-citakan.
Revolusi ini tidak mesti berlangsung dengan bersimbah darah. Itu mungkin pernah terjadi terjadi di tempat lain. Tapi di Indonesia, revolusi bisa sedamai 17 Agustus 1945 ketika pejuang Indonesia yang patriotik mengambil alih kekuasaan dari Jepang. Bisa sedamai 1967, saat Soeharto menggantikan Soekarno sebagai Presiden RI. Ketika hampir 2 juta rakyat Indonesia dibantai tanpa melalui pengadilan sepanjang 1966-1968, itu bukanlah akibat revolusi, melainkan karena kebrutalan para begundal rezim Orde Baru. Revolusi juga bisa sedamai 1998. Meskipun itu sebenarnya bukan skenario revolusi, tapi pengalihan kekuasaan dari Soeharto ke Habibie bisa berlangsung
dengan damai.
2. Mengapa Harus Revolusi?
NKRI diibaratkan sebuah kapal besar yang berlayar dari pelabuhan Proklamasi 1945. Berlayar untuk mencapai cita-cita mewujudkan masyarakat adil makmur, sejahtera lahir batin dan menjadi bangsa besar yang disegani di dunia.
Tidak akan ada yang bisa membantah bahwa Indonesia adalah bangsa pejuang di samping Aljazair dan Vietnam. Bangsa pejuang yang bercita-cita membebaskan tanah airnya dari cengkeraman panjajah dan melepaskan diri dari penderitaan akibat penjajahan itu. Cita-cita tersebut akhirnya terwujud dengan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta.
Dalam perjalanan lebih dari 60 tahun kemerdekaan Indonesia, telah banyak gelombang badai yang menerjang. Mulai dari pemberontakan PKI 1948, Agresi Militer I dan II oleh NICA, Peristiwa Pemberontakan G30S, kekuasaan Orde Baru yang represif, Skandal Korupsi Bank Duta dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), Krisis Moneter 1998, Kasus BLBI, Skandal Bank Century hingga kasus mafia peradilan dan perpajakan saat ini.
Sebuah kerikil tajam saja dalam sepatu sudah sangat mengganggu derap langkah seseorang. Sebuah batu karang saja bisa membahayakan keselamatan pelayaran kapal besar yang di dalamnya adalah seluruh rakyat Indonesia beserta kekayaan tanah air. Indonesia sedang terancam karam. Kapal bocor, angin kencang, ombak tinggi, layar terkoyak, baling-baling macet, gelap gulita, ikan hiu berkerumun, petir menyambar dan penumpang kehausan.
Dalam kondisi seperti itu, diperlukan seorang nahkoda yang cerdas, mampu bertindak cepat dan berani mengambil keputusan.
Dalam realitas, sangat tidak mungkin diharapkan sebuah perubahan ke arah perbaikan dari rezim yang masih melanjutkan tatanan sistim tradisi orde baru; tradisi yang telah terbukti gagal membawa kesejahteraan untuk rakyat secara adil dan merata. Mereka mengaku sebagai pemimpin orde reformasi, tetapi sistim yang diterapkan tidak lebih baik daripada sistim orde baru. Dalam pemerintahan orde baru di bawah kepemimpinan Soeharto masih sempat dicurahkan perhatian pada pemberdayaan pembangunan koperasi. Sedangkan pemerintahan sekarang justru telah menerapkan sepenuhnya praktik neo-liberalisme dan kapitalisme, dan tampak nyata sebagai pendukung era neo-kolonialisme/imperialisme. Akibatnya kehidupan rakyat banyak tidak menjadi lebih baik. Bahkan korupsi sebagai efek dari kolusi semakin menjadi-jadi.
Mustahil diharapkan dari rezim neo-liberalisme/kapitalisme yang mendukung praktik neo-kolonialisme/imperialisme untuk berbicara tentang kemakmuran bersama. Tidak mungkin mereka berbicara tentang kesejahteraan masyarakat Papua, sedangkan kontrak tambang emas kepada perusahaan asing PT Freeport diperpanjang dan terus akan diperpanjang. Mustahil pula rakyat Indonesia akan dapat membeli migas dengan harga murah, sedangkan semua sumber daya energi dan mineral telah digadaikan kepada perusahaan asing.
Di tempat asalnya, Amerika Serikat dan Eropa Barat, praktik liberalisme dan kapitalisme sudah memusnahkan satu ras manusia, yakni suku Indian. Sistim liberalisme/kapitalisme, yang pada dasarnya merupakan wujud kolonialisme - imperialisme atau penjajahan, dibawa oleh kaum berjouis ke tanah ekspansi, daratan Amerika pada abad ke-16. Di tanah baru itu mereka merampas hak-hak kaum pribumi atas kepemilikan tanah. Mereka melakukan penindasan yang luar biasa kejam yang berakibat hilangnya sebuah satu komunitas peradaban di muka bumi ini.
Pada era sekarang, kaum borjouis asing tersebut mencoba menguasai Indonesia. Melalui kekuasaan rezim neo-orde baru, mereka menancapkan cakarnya di Indonesia. Kemudian terbukti hampir seluruh aset Indonesia sudah menjadi milik perusahaan-perusahaan asing. Keserakahan pemodal asing dan tidak adanya jiwa nasionalisme para pemimpin Indonesia telah menjadikan akar kebudayaan pribumi tercabut dari tanahnya sendiri. Nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika pun mulai dilupakan.
Oleh karena rakyat Indonesia sudah tidak menjadi tuan rumah di negeri sendiri, maka semua kebutuhan menjadi mahal. Akses pendidikan makin sulit. Angka pengangguran meningkat. Kesenjangan antara si kaya dan miskin kian semakin lebar. Ongkos transportasi semakin tinggi. Biaya kesehatan yang semakin tidak terjangkau bagi masyarakat kelas bawah. Masih banyak lagi dampak negatif yang diakibatkan masuknya Indonesia ke alam neo-liberalisme dan kapitalisme serta era kolonialisme/imperialisme. Ketidakmampuan memperbaiki kerusakan infrastruktur, utang luar negeri yang tak kunjung lunas alih-alih justru makin membengkak karena bunga uang yang mencekik leher. Belum lagi terhapusnya hak-hak asal-usul/daerah-daerah yang bersifat istimewa, seperti yang tercantum dalam pasal 18 UUD 1945 (yang asli). Juga kerusakan hutan dan hampir punahnya beberapa spesies flora-fauna, dan seterusnya dampak negatif yang akan terus menyusul akibat politik salah urus.
3. Pro Kontra Revolusi di Indonesia
Tidak semua orang setuju revolusi. Mereka yang setuju revolusi adalah sekelompok orang mengerti keadaan bahwa situasi buruk sedang mengancam keselamatan mereka, bahkan mengancam keselamatan bangsa dan negara.
Mereka yang tidak setuju adalah kaki tangan penguasa yang telah memerintah dengan sewenang-wenang. Juga mereka yang mendapatkan keuntungan dari berlangsungnya pemerintahan yang sedang berjalan atau bisa disebut status quo. Selain itu, yang mungkin saja tidak setuju revolusi adalah kelompok masyarakat yang tidak menyadari tentang situasi yang dialami, karena keterbatasan daya pikir dan pengetahuan.
Pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, tidak semua setuju revolusi atau merebut kemerdekaan. Mereka yang tidak setuju adalah sekelompok yang menjadi antek penjajah. Bahkan pada mulanya, Soekarno-Hatta tidak setuju revolusi karena percaya bahwa Jepang akan membantu kemerdekaan Indonesia. Tapi Sjahrir lain lagi, karena sering mendengar radio, maka Sjahrir tahu bahwa Jepang telah kalah perang melawan sekutu. Kemudian Sjahrir mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Soekarno dan Hatta tidak mau. Sehingga tercatat dalam sejarah, para pemuda revolusioner menculik Soekarno dan Hatta untuk dibawa ke Rengasdengklok, dan memaksa Soekarno-Hatta menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Sejarah juga mencatat bahwa sebuah revolusi memerlukan tekad dan keberanian. Hanya menandatangani naskah teks proklamasi saja, tidak semua orang berani. Tetapi ketika kemerdekaan Indonesia berhasil direbut, maka tidak seorangpun yang akan menolak kenyataan itu. Bahkan seluruh rakyat Indonesia berjuang bersama untuk mempertahankan kemerdekaan tersebut.
Revolusi untuk menggantikan rezim neo-Orde Baru yang berfaham neo-liberalisme & kapitalisme serta pendukung era neo-kolonialisme & imperialisme ini pun memerlukan kemauan kuat dan keberanian yang membaja. Revolusi ini akan mengalami banyak kendala terutama tindakan represif aparat penguasa. Tetapi bila revolusi ini berhasil, maka tidak seorangpun yang akan bisa mencegahnya. Bahkan tidak akan ada satu pun polisi dan tentara yang akan menembakkan sebutir peluru dalam aksi massa. Sebab pada hakikatnya, mereka juga adalah bagian dari rakyat Indonesia, yang juga sedang menunggu perbaikan nasib. Para pemuda revolusioner harus berani beraksi merebut gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat. Gedung MPR itu adalah rumah rakyat. Di gedung itulah kedaulatan rakyat akan diwujudkan secara nyata. Bukan diwujudkan sebagai panggung sandiwara para badut politik.
4. Demokrasi Semu Akibat UUD Amandemen Keempat
Demokrasi tanpa sampai kepada tujuan kesejahteraan rakyat adalah semu belaka dan penuh kebohongan. Demokrasi sebagai cermin kedaulatan rakyat seharusnya mampu membawa rakyat Indonesia hidup dengan adil dan makmur, sejahtera lahir batin serta menjadi bangsa yang sejajar dan terhormat di antara bangsa-bangsa di dunia.
Demokrasi semu atau demokrasi penuh kebohongan yang dianut Indonesia saat ini adalah akibat berlandaskan UUD Amandemen Keempat atau UUD 2002. Amandemen atas UUD 1945 tersebut telah dibuat secara asal-asalan yang dipelopori oleh tokoh Ciganjur 1998, yakni Amien Rais sebagai Ketua MPR saat itu dan Akbar Tanjung sebagai Ketua DPR. Akbar Tanjung adalah "pengkhianat" Soeharto atau Orde Baru yang mencoba membersihkan dosa dengan berpura-pura sebagai pendukung Orde Reformasi. Amien Rais, bersama Akbar Tanjung telah "mengambil di tikungan" dengan memanfaatkan gerakan mahasiswa dan rakyat pada 1998. Kenyataannya, mereka tidak pernah punya kontribusi berarti dalam penjatuhan tirani Soeharto.
Keberhasilan mereka mengubah UUD 1945 menjadi UUD 2002 sebagai konstitusi baru telah menimbulkan "kecelakaan". Mereka sekadar ingin menunjukkan bahwa kepemimpinan mereka telah dimulai dengan mereformasi konstitusi. Padahal amandemen itu sama sekali tidak mencerminkan kehendak rakyat. Amandemen tersebut telah dibuat secara asal-asalan, tumpang tindih dan tanpa tujuan jelas. Mereka hanya ingin menandai bahwa era Soeharto telah berakhir, tetapi sebenarnya sistim Orde Baru tidak berubah. Sistim penyelenggaraan negara model Soeharto masih diterapkan oleh semua presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pasca Soeharto dalam berbagai kebijakan negara, terutama bidang ekonomi dan keuangan. UUD 2002 juga semakin memberi peluang masuknya praktik sistim neo-liberalisme/kapitalisme dan era neo-kolonialisme - imperialisme.
5. Skenario Revolusi
Di negara manapun, revolusi selalu memiliki skenario dan tujuan yang jelas. Revolusi dengan "GANTI REZIM-GANTI SISTIM" adalah untuk menyelamatkan negara yang sedang rusak, dan akan semakin rusak bila dibiarkan. Sebuah aksi massa atau militer dengan tujuan mengganti rezim tapi tanpa mengganti sistim tidak bisa disebut sebagai revolusi, melainkan bisa disebut sebagai kudeta. Tidak akan mungkin kelompok yang melakukan kudeta akan memikirkan nasib rakyatnya. Mereka sama saja dengan rezim sebelumnya, yakni haus kekuasaan.
Dalam situasi negara yang teramat sulit dan porak poranda seperti sekarang ini, paling tidak 10 sampai 50 ribu massa rakyat harus dipersiapkan memasuki gedung DPR/MPR. Jutaan orang yang lain berdoa di rumah dan sebagian lagi mungkin mogok kerja. Yang perlu dipahami oleh semua pihak adalah bahwa aksi massa tersebut bukanlah sebagai tindakan anarkis atau pernyataan perang melawan pemerintah yang sedang berkuasa. Aksi massa seperti itu, mau tidak mau, harus terjadi ketika para wakil rakyat dan kepala badan eksekutif bersama kabinetnya sudah enggan mendengar suara rakyat. Mereka selalu mengungkapkan jargon "suara rakyat adalah suara tuhan', tetapi semua tindakan dan keputusan yang diambil kadang kala bahkan terlampau sering tidak memihak rakyat. Tidak adanya kepastian hukum bagi rakyat kalangan bawah telah menunjukkan watak itu. Hukum hanya bisa memihak orang-orang yang memiliki uang. Kesejahteraan rakyat yang adil dan merata tidak kunjung terwujud nyata.
Revolusi Indonesia ini harus berhasil. Sebab itu bukan sekadar penyampaian pendapat dan unjuk rasa oleh kelompok-kelompok secara sendiri, melainkan keinginan yang sama oleh semua kelompok yang juga memiliki kesamaan cita-cita. Cita-cita yang pada hakikatnya telah dimulai sejak pejuang Indonesia merebut kemerdekaan. Cita-cita tersebut belum dirasakan oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Yang ada justru sebuah keadaan lain yang tidak pernah terlintas dalam gambaran para pendiri NKRI ini. Para pendiri yang ikut serta berjuang membebaskan bangsanya dari penindasan penjajah asing.
Kedaulatan rakyat harus dimulai dari Rumah Rakyat. Gedung DPR/MPR itulah yang disebut Rumah Rakyat, yang dulu dibangun oleh Soekarno untuk menjadi wadah kekuatan Dunia Baru bangsa-bangsa yang waktu itu baru saja berhasil melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Inilah revolusi yang memberi makna demokrasi sesungguhnya. Pada hari aksi massa dari semua kelompok memasuki Rumah Rakyat itulah sebuah REVOLUSI INDONESIA dinyatakan.
Mulai pada hari itu skenario revolusi menjadi kongret, bukan sekadar wacana.
(1) Dekrit Rakyat Kembali ke UUD 1945 (yang asli)
Pada hari itu, atas nama seluruh rakyat Indonesia, dinyatakan sebuah Dekrit Rakyat Untuk Kembali ke UUD 1945 (yang asli). Ini teramat sangat penting karena UUD Amandemen Keempat atau UUD 2002 telah dibuat secara asal-asalan, tumpang tindih dan tanpa tujuan jelas. Amandemen yang dilakukan hanya untuk menandai bahwa era Soeharto telah berakhir. Tetapi sistim Orde Baru plus praktik neo-liberalisme/kapitalisme. Padahal para pendiri negara Indonesia telah membuat konsep sebagai hasil galian dari falsafah dan budaya Indonesia yang dikenal luhur sejak dahulu kala.
(2) Pernyataan Rakyat untuk Tetap Setia pada Landasan Ideologi Pancasila
Pernyataan rakyat yang dipimpin oleh pejuang revolusioner pada hari itu tidak akan menyatakan Pancasila sebagai ideologi tunggal di Indonesia. Pernyataan kesetiaan pada Pancasila adalah sebagai wujud nyata bahwa Indonesia telah memiliki ideologi sendiri, bukan ideologi atau faham yang diimport dari bangsa lain. Pancasila itulah sebagai jati diri bangsa Indonesia. Faham bangsa-bangsa lain tersebut belum tentu sesuai dengan falsafah dan watak kebudayaan Indonesia. Semua kelompok pasca revolusi boleh membentuk suatu perkumpulan atau partai yang berlandaskan ideologi lain asalkan masih dalam koridor ideologi Pancasila.
(3) Pembentukan MPRS sebagai Penjelmaan Kedaulatan Rakyat
Sesuai dengan amanat UUD 1945, maka pada hari berlangsungnya revolusi itu, maka dibentuklah Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS), sebagai lembaga tertinggi negara yang menjadi penjelmaan kedaulatan rakyat.
Dalam suasana revolusi saat demikian, memang tidak perlu menjadi rumit tentang siapa saja yang akan duduk di majelis tersebut. Sebab sifatnya hanya SEMENTARA. Selain itu, karena bukan hasil pilihan rakyat, maka orang-orang yang mungkin bisa mencapai ratusan ribu jumlahnya, tentu akan mengerti bahwa MPRS tersebut harus diisi oleh orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan cukup dan berkualitas secara moral. UUD 1945 tidak pernah membatasi jumlah anggota MPR, dalam hal ini tentu yang dimaksud adalah MPRS. Pada masa revolusi itu, dengan sendirinya akan muncul orang-orang yang suaranya didengar dan diikuti oleh yang lain.
Pada saat yang tepat, akan disusun keanggotaan MPRS yang lebih mencerminkan perwakilan rakyat dengan struktur yang lebih jelas. MPRS ini akan berakhir setelah diselenggarakannya pemilu yang khusus bertujuan untuk memilih anggota-anggota MPR. Pemilu itu mungkin baru bisa terselenggara sekitar satu tahun sejak hari revolusi.
Meski dalam era revolusi, para anggota MPRS tetap mengangkat sumpah secara bersama, dengan mengikuti dan menirukan sumpah yang dibacakan oleh Hakim Agung yang terpilih untuk melaksanakan tugas itu.
(4) Sidang MPRS untuk Menetapkan Presidium
Segera setelah disumpah, MPRS melakukan sidang majelis. Untuk sementara, sidang akan dipimpin oleh anggota tertua dan termuda sampai akhirnya terpilih ketua yang definitif.
Sidang Pertama MPRS adalah menetapkan PRESIDIUM NASIONAL yang terdiri atas lima orang sebagai pengganti Presiden dan Wakil Presiden. Beberapa nama anggota presidium tentu telah dipersiapkan oleh penggerak revolusi itu sendiri. Tidak mungkin presidium akan diisi oleh mereka yang kontra revolusi.
Lima orang tersebut, masing-masing akan memimpin:
1) Urusan Dalam Negeri;
2) Urusan Luar Negeri;
3) Urusan Pertahanan dan Keamanan Negara;
4) Urusan Kesehatan & Kesejahteraan Rakyat;
5) Urusan Umat Beragama.
Masih banyak sebenarnya urusan lain yang cukup penting, tetapi dalam situasi revolusi, lima urusan tersebut yang sangat teramat penting.
(5) Sidang MPRS Menetapkan Komisi Amandemen UUD 1945
Komisi Amandemen bertugas bersama dengan seluruh rakyat untuk menyusun kembali penyempurnaan UUD 1945 dalam jangka waktu secepat-cepatnya satu tahun. Hal ini adalah untuk memenuhi janji yang pernah disampaikan oleh Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, ketika mengesahkan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945.
Penyempurnaan atau amandemen atas UUD 1945 ini akan dilakukan sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, yang berpihak pada rakyat serta bertujuan untuk memajukan kesejahteraan umum seperti yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945 itu sendiri. Tidak seperti UUD 2002 yang telah dibuat secara asal-asalan, tumpang tindih dan tanpa tujuan jelas. Alih-alih justru telah membuka peluang lebar-lebar masuknya praktik neo-liberalisme/kapitalisme yang telah menimbulkan penderitaan bagi mayoritas rakyat. Hasil penyempurnaan UUD 1945 itu akan disampaikan kepada MPR hasil pemilu untuk ditetapkan sebagai amandemen terhadap UUD 1945 yang asli, sebagai "Adendum", sedemikian rupa. Sehingga UUD 1945 yang asli tidak pernah terhapuskan.
(6) Presidium Mengangkat Panglima ABRI (sesuai pasal 10 UUD 1945)
Sidang Presidium yang pertama adalah menetapkan seorang Panglima Angkatan Bersenjata RI. Panglima ini, untuk sementara, menyatukan kembali Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di bawah satu komando.
Selain itu, tugas utama panglima angkatan bersenjata adalah menegakkan keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah NKRI. Dengan begitu, Presidium bersama kabinet kementerian yang akan dibentuk, bisa bekerja secara bersama-sama dengan MPRS dalam menjalankan ketatanegaraan sesuai cita-cita revolusi. Cita-cita itu tidak lain adalah mewujudkan sebuah Indonesia Baru. Cita-cita Proklamasi Indonesia 1945 yang belum pernah terwujud. Sampai pada tahap ini, revolusi untuk melakukan Ganti Rezim-Ganti Sistim pada hakikatnya telah berakhir sejak hari "H". Rakyat diminta untuk melanjutkan tugas dan kegiatan mereka sehari-hari.
(7) Sidang Presidium untuk Membentuk Kabinet Kementerian Sementara.
Sidang Presidium berikutnya adalah membentuk Kabinet Kementerian Sementara. Dalam waktu kurang dari sepekan, susunan kabinet kementerian di bawah Presidium sudah harus terbentuk sebagai Pemerintahan Sementara NKRI.
Kabinet Kementerian yang bersifat sementara tersebut, antara lain akan menangani bidang-bidang:
1) Kementerian Luar Negeri;
2) Kementerian Dalam Negeri;
3) Kementerian Keuangan dan Perbendaharaan Negara;
4) Kementerian Pertahanan dan Keamanan Nasional;
5) Kementerian Pertanian dan Perkebunan;
6) Kementerian Perindustrian dan Niaga;
7) Kementerian Transportasi dan Komunikasi;
8) Kementerian Pendidikan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia;
9) Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam.
Oleh karena bersifat sementara, maka tidak banyak kementerian yang akan dibentuk. Kementerian itu bersama Presidium segera bubar setelah Presiden dan Wakil Presiden RI dilantik oleh MPR hasil pemilihan umum. Presiden dan Wakil Presiden yang dilantik juga merupakan hasil pemilihan umum.
(8) Presidium Membentuk Kelengkapan Kenegaraan
Selain membentuk Kabinet Kementerian, Presidium bersama lembaga kekuasaan lain juga akan membentuk alat kelengkapan kenegaraan. Kelengkapan kenegaraan - atau dengan kata lain, Kelengkapan Pemerintah Sementara di tingkat pusat ini - adalah Kantor-kantor Urusan Negara yang akan dipimpin oleh Kepala Kantor masing-masing Urusan Negara. Semua Kepala Kantor Urusan Negara tersebut tidak memiliki kekuasaan otoritas terhadap daerah-daerah otonomi, yakni provinsi-provinsi. Tugas mereka tidak lain hanyalah melakukan pemantauan, penilaian serta memberikan bantuan dan penyebaran informasi tentang standar kenegaraan. Selanjutnya pelaksanaan atas bidang-bidang Urusan Negara itu menjadi wewenang provinsi otonom.
(9) Sidang Paripurna Kabinet Kementerian
Banyak sidang yang akan dilakukan oleh Kabinet Kementerian. Yang pertama adalah Sidang Paripurna Kabinet Kementerian di bawah pimpinan Presidium untuk menetapkan bahwa seluruh Pemerintah Daerah adalah bersifat sementara. Juga menetapkan fungsi gubernur sebagai pembantu Presidium. Setelah itu, Pemerintah Sementara (Presidium bersama Kementerian) memberikan penjelasan kepada pemerintah di daerah-daerah tentang pentingnya menyelenggarakan kekuasaan negara yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Sejak memasuki tahap ini, penyelenggaraan NKRI pada hakikatnya telah dimulai. Kekuasaan EKSEKUTIF di tingkat pusat dipegang oleh Presidium, dan kekuasaan LEGISLATIF dipegang oleh MPRS. Kekuasaan Peradilan atau YUDIKATIF di bawah Mahkamah Agung, - yang masih belum berubah - juga bersifat sementara.
(10) Rekonsiliasi Nasional
Salah satu topik penting yang akan ditangani oleh Presidium bersama Kabinet Kementerian Sementara adalah Rekonsiliasi Nasional. Ini sangat penting untuk dituntaskan. Makna rekonsiliasi ini sendiri adalah untuk mengakhiri konflik yang sedang terjadi, dan pernah terjadi.
Sebuah rekonsiliasi tidak akan mungkin bisa ditangani oleh rezim yang pernah melakukan kejahatan atau pelanggaran HAM pada masa lampau. Rekonsiliasi ini juga pada hakikatnya bertujuan untuk menciptakan perdamaian. Prosesnya dimulai dengan mengungkap bukti-bukti semua kejahatan yang pernah dilakukan oleh rezim atau kelompok-kelompok pada masa sebelumnya.
Kejahatan-kejahatan atau pelanggaran HAM tersebut antara lain adalah: pembantaian hampir dua juta orang oleh rezim Orde Baru sepanjang tahun 1965-1968; kasus pembantaian oleh militer di Tanjung Priok dan Kasus Talangsari - Lampung; kasus operasi militer di Aceh, Papua, Timor Timur (sekarang Timor Leste), dan daerah lainya; kasus penculikan serta penghilangan mahasiswa dan aktivis sepanjang 1996-1998; kasus penyerangan kantor PDI pada 27 Juli 1996; penembakan mahasiswa Universitas Trisakti dan Universitas Lampung pada 1998 -1999 sampai pembunuhan Munir. Pengungkapan kebenaran tersebut bukan untuk menjadi balas dendam oleh para korban. Meskipun di sisi lain, memang sangat sulit bagi para korban untuk melupakan dan mengakhiri trauma akibat penindasan serta kejahatan yang pernah menimpa mereka.
Secara sederhana, tahapan rekonsiliasi adalah: 1) mengungkap bukti-bukti semua kajahatan atau pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia pada masa lampau sejak 1965 (era Orde Baru) hingga pelanggaran yang dilakukan oleh rezim neo-Orde Baru; 2) pengakuan dan permintaan maaf oleh pihak-pihak yang terbukti pernah melakukan kejahatan-kejahatan atau pelanggaran HAM itu; 3) para korban pelanggaran HAM memberikan pernyataan maaf. Setelah upaya rekonsiliasi tercapai, maka babak baru telah dimulai. Dengan kata lain, konflik antar sesama telah berakhir. Meski begitu, mereka yang pernah terlibat kejahatan atau pelanggaran HAM tentu tidak diperkenankan lagi untuk kembali duduk di lembaga-lembaga kekuasaan negara. Di pihak lain, keamanan mereka harus dijamin oleh negara.
Tidak hanya yang pernah terlibat pelanggaran HAM, mereka yang secara nyata telah terbukti merugikan negara karena melakukan kejahatan ekonomi, seperti terlibat korupsi, juga tidak diperkenankan menduduki jabatan strategis. Juga mereka dilarang ikut serta dalam penyelenggaraan negara, baik secara langsung di lembaga eksekutif maupun menjadi anggota parlemen (DPR/MPR).
(11) Presidium bersama MPRS menetapkan jadwal Pemilihan Umum
Sebelum mengakhiri pengabdian pada negara, Presidium bersama MPRS harus menetapkan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu). Kedaulatan NKRI sepenuhnya berada di tangan rakyat. Penjelmaan itu adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai lembaga tertinggi negara yang bertugas menjalankan kedaulatan atas nama rakyat. MPR adalah sidang gabungan antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Utusan Golongan (DUG) dan Dewan Utusan Daerah (DUD). Ketiga dewan ini memiliki kekuatan politik yang sama. Tidak seperti sekarang yang terjadi, kekuatan poltik secara dominan dan tampak absolut hanya bermuara ke partai-partai saja.
Semua anggota ketiga dewan yang tersebut di atas akan diutus oleh rakyat melalui pemilihan umum secara langsung dengan sistim distrik. Hanya dengan sistim distrik, anggota-anggota perwakilan akan lebih mementingkan kesejahteraan rakyat. Bukan mengutamakan kepentingan kelompok. Partai yang menjadi wadah para politisi praktis tidak lain hanya agar aspirasi rakyat bisa tersalurkan secara mudah.
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan menjaga Undang-Undang Dasar 1945, dan sewaktu-waktu bisa bersidang sesuai dengan tugas dan fungsinya. MPR juga menetapkan Garis Besar Haluan Negara atau Rencana Strategis Pembangunan, memberikan penilaian atas kebijakan-kebijakan pemerintah pusat atau lembaga eksekutif dan mengeluarkan ketetapan-ketetapan yang berkenaan dengan semua kebijakan dan keputusan lembaga eksekutif.
Melalui pemilhan umum ini juga, Presiden dan Wakil Presiden sebagai pemegang kekuasan eksekutif akan dipilih secara langsung oleh rakyat. Dalam menjalankan roda pemerintahan, lembaga eksekutif negara akan dibantu oleh pemerintah di daerah-daerah provinsi yang masing-masing dipimpin oleh seorang gubernur. Pemerintah di daerah-daerah otonomi yang bersifat istimewa akan diberi wewenang khusus untuk mengatur penyelenggaraan negara di provinsi masing-masing.
6. Trisakti Negara
Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Utusan Golongan dan Dewan Utusan Daerah bersama Presiden memegang kekuasaan membentuk undang-undang. Tidak ada lagi undang-undang yang ditetapkan hanya menguntungkan penguasa bersama kroninya belaka, dan tidak bertujuan untuk mewujudkan ketertiban umum dan kesejateraan rakyat. Tidak ada lagi undang-undang bertujuan untuk mempertahankan kekuasaan secara terselubung yang tidak sesuai dengan hati nurani rakyat.
Ketiga dewan itu juga memiliki hak bertanya atau meminta keterangan dari pemerintah pusat atau lembaga eksekutif negara serta memiliki hak menyelidiki. Peraturan pemerintah (Perpu) sebagai peraturan pelaksana undang-undang yang dibuat berlaku umum bagi seluruh penduduk dan wilayah NKRI. Sedangkan untuk yang berlaku khusus dalam suatu provinsi dibuat dalam bentuk peraturan provinsi. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu Pengganti UU) hanya dibuat ketika negara dalam keadaan darurat perang.
Kekuasaan peradilan sepenuhnya berada di tangan Mahkamah Agung, yang merdeka dari lembaga-lembaga kekuasaan lain. Mahkamah Agung menjalankan kekuasaan peradilan di tingkat negara. Peradilan di daerah-daerah provinsi dijalankan oleh Mahkamah Tinggi masing-masing.
Mahkamah Agung juga memiliki kekuasaan untuk melakukan pengujian hukum atas suatu undang-undang , ketentuan dalam peraturan ketatanegaraan, peraturan pemerintah dan peraturan provinsi. Pengujian hukum untuk menilai apakah semua ketentuan tersebut sesuai atau berlawanan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Untuk menjalankan kekuasaan itu, Mahkamah Agung membentuk Majelis Pertimbangan Konstitusi yang akan bekerja secara aktif dan permanen.
*Terkait Buku:
1. Harry Roesli2. Romo Y.B. Mangunwijaya
3. H.S. Dillon
4. Sri Bintang Pamungkas
Langganan:
Komentar (Atom)



