Sabtu, 24 Maret 2012

Tolak Kenaikan Harga BBM

Fakta

Sejak tahun 2003 Indonesia mulai mengalami defisit minyak, yaitu tingkat konsumsi terhadap BBM melampaui tingkat produksi.Tahun berikutnya 2004, defisit BBM ini tidak dapat ditutupi lagi dari cadangan nasional, sehingga untuk pertama kalinya pula Indonesia harus menutup kekurangan 176 kbpd dengan mengimpor minyak dari luar negri.
Pada tahun 2010, tercatat produksi minyak Indonesia hanya 986 kbpd, dilain sisi tingkat konsumsi melonjak hingga menembus angka 1,304 kbpd atau defisit 318 kbpd.
Dalam grafik menunjukkan trend produksi dan konsumsi:

Sedangkan Harga(bensin premium):

Dengan data tersebut Pemerintah melalui lembaga-lembaga terkaitnya makin asyik meningkatkan produksi minyak dengan mendatangkan minyak impor.
Karena pemerintah memiliki pandangan  bahwa harga BBM dalam negeri yang lebih murah daripada harga BBM di pasar internasional, karena memperoleh subsidi dari Negara. Oleh karena menaikkan harga BBM adalah upaya untuk mengurangi beban anggaran Negara, yang mana ini adalah pandangan yang keliru yang sudah diopinikan oleh pemerintah. Padahal hal ini cenderung menimbulkan distorsi terhadap bekerjanya mekanisme pasar.
Kalau kita simak dalam iklan pemerintah sebagai sosialisasi pengurangan subsidi BBM berbagai media massa, subsidi BBM diyakini oleh pemerintah sebagai :
  • pemicu terjadinya penyelundupan BBM,
  • pengoplosan BBM, dan
  • merupakan penghambat bagi penggunaan bahan bakar alternatif.
Sehingga dengan yakinnya prediksi pemerintah bahwa inflasi akibat kenaiakan harga BBM ini akan kecil dan yang terkena dampak hanya kaum miskin. Terbukti dengan antisipasi yang dicanangkan, seperti yang disampaikan oleh Menteri ESDM Jero Wacik ketika Rapat dengan DPR Komisi VII di Gedung DPR, Selasa (28/2/2012).
“Kompensasi kenaikan BBM diberikan khususnya untuk masyarakat terdampak,” antara lain :
1.      Kompensasi untuk perlindungan kepada masyarakat tidak mampu
2.      Kompensasi transportasi
3.      Kompensasi pangan
4.      Kompensasi bantuan pendidikan :

Yang Terkena Dampak:

Sepintas lalu, berbagai alasan pemerintah tersebut memang tampak masuk akal.
Padahal menyimak Tingkat konsumsi yang diyakini akan semakin meningkat dengan adanya pertumbuhan populasi kendaraan bermotor di Indonesia yang tumbuh rata-rata 17-20/tahun. Taksiran total populasi kendaraan bermotor di Indonesia pada 2011 ditaksir mencapai 107.226.572 unit. Jumlah itu terdiri atas 12,8% kendaraan roda empat (mobil) dan 81,2% kendaraan roda dua (motor).Jelas yang terkena dampak pertama adalah yang 81% pemilik kendaraan roda dua, yang nota bene bukan Kaum BLT (atau kaum tidak mampu).
Dengan adanya kenaiakan harga BBM ini juga akan menghambat mobilitas, dan kinerja para pekerja golongan menengah?
Dengan adanya kompensasi terhadap masyarakat tidak mampu ini seolah sangat memihak rakyat dan kaum miskin, dan terkesan heroik.Padahal dilain pihak Pemerintah telah mengeksploitir kaum miskin dan membuat kasta.Dan hal tersebut dibungkus dengan program yang manipulatif.
Selain itu, untuk bantuan pendidikan dan transportasi, seolah menjadi benar. Padahal di lapangan untuk kelas pelajar dan pengajar, akan sangat memberatkan. Dan ini akan berdampak pada kualitas hasil didik.

Alasan Menolak kenaikan Harga BBM

1. Liberalisasi Ekonomi
Sebagaimana mana sudah sangat difahami, bahwa kebijakan di bidang Energi khususnya BBM, bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri. Dengan beroperasinya  perusahaan asing jelas ini berkaitan erat dengan pengejawantahan kebijakan liberalisasi ekonomi.
Terhadap  kebijakan peniadaan subsidi BBM, ini pun berkaitan dengan kebijakan uang ketat yang merupakan bagian dari pelaksanaan agenda Konsensus Washington sebagaimana diperintahkan oleh IMF. DimanaKonsensus Washington ini membuat kebijakan peniadaan subsidi BBM, dengan tujuan untuk memperbesar peranan mekanisme pasar dalam penyelenggaraan perekonomian Indonesia.
Simak kebijakan unbundling PT Pertamina, dalam Undang Undang (UU) Minyak dan Gas No. 22/2001, yang salah satunya membuka keran bagi investor dengan memberikan insentif bagi para investor pertambangan untuk menanamkan modal mereka di Indonesia.
Dalam Pasal 2 UU terkait disebutkan,  Pengolahan,  Pengangkutan, Penyimpanan,   dan   Niaga   secara   akuntabel   yang   diselenggarakan   melalui   mekanisme persaingan usaha yang wajar, sehat, dan transparan.
“Kegiatan Usaha Hulu dan Kegiatan Usaha Hilir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 angka 1 dan angka 2 dapat dilaksanakan oleh: badan usaha milik negara; badan usaha milik daerah; koperasi; usaha kecil; badan usaha swasta (Pasal 9).”
PP No. 31/2003 tentang Pengalihan Bentuk Pertamina Menjadi Persero.Tujuan utama persero adalah mendapatkan keuntungan (Pasal 2) dan keputusan tertinggi ada pada RUPS.  (Tahun 2011 anak Perusahaan Pertamina PT Pertamina Hulu Energy direncanakan akan melakukan Initial Public Offering [IPO] di bursa saham)
Perpres No. 5 2006 Tentang Kebijakan Energi Nasional Pasal 3c: “Penetapan   kebijakan   harga   energi   ke   arah   harga keekonomian,     dengan     tetap     mempertimbangkan bantuan bagi rumah tangga miskin dalam jangka waktu tertentu.”
Juga dengan terbitnya UU Pertambangan Minyak dan Gas No. 44 Prp/ 1960 dan UU Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara No. 8/1971, perusahaan-perusahaan multinasional tersebut hanya diperkenankan berperan sebagai kontraktor dalam proses eksplorasi minyak dan gas di Indonesia.
Ditambah dengan Blue Print Pengembangan Energi Nasional 2006-2025 Kementerian ESDM: Program utama (1) Rasionalisasi harga BBM (dengan alternatif) melakukan penyesuaian harga BBM dengan harga internasional
Road Map Pengurangan Subsidi BBM Kementerian ESDM: Konversi minyak ke gas dan pembatasan subsidi BBM
Secara jelas dari hulu sampai ke hilir, Asing melalui lembaga swasta sudah menguasai hulu sampai ke hilir pengelolaan BBM ini.

2. Beban Utang
Bila melihat perkembangan utang dalam struktur APBN, maka kita bisa mencatat beberapa hal sebagai berikut.
Sampai saat ini utang menjadi elemen utama untuk membiayai defisit APBN.Yang beralih adalah bentuknya, sejak tahun 2005 utang dalam negeri menjadi instrumen pengganti utang luar negeri.Pemerintah telah menarik utang dalam negeri sebesar Rp. 23 triliun.Keadaan ini masih berlangsung sampai tahun 2009. Tahun 2008 paling mencengangkan, dari defisit APBN sebesar Rp. 4 triliun, pemerintah mendulang utang dalam negeri sebesar Rp. 86 triliun. Dan dalam APBN 2009 (realisasi), utang dalam negeri sebesar Rp. 99 triliun untuk membiayai defisit Rp. 87 triliun. membengkaknya defisit dan sangat beratnya beban anggaran negara, pada dasarnya tidak dapat begitu saja dikaitkan dengan membengkaknya subsidi BBM. (http://www.theprakarsa.org/uploaded/New%20Folder/Utang%20dan%20keberlanjutan%20fiskal.pdf)

Pembengkakan defisit dan sangat beratnya beban APBN terutama dipicu oleh sangat besarnya pengeluaran negara untuk membayar angsuran pokok dan bunga utang dalam dan luar negeri setiap tahunnya.
Perlu ditambahkan, pembayaran angsuran pokok dan bunga utang dalam negeri pada dasarnya adalah subsidi terselubung yang dikeluarkan pemerintah untuk para pemilik deposito dengan volume terkecil Rp 5 miliar, yang hanya dimiliki oleh sekitar 14.000 orang, sebagaimana saya kemukakan tadi.
Artinya, masyarakat memang perlu menolak kenaikan harga BBM, sebab secara de facto, relatif terhadap PDB, selama beberapa tahun belakangan ini, subsidi BBM telah terus menerus mengalami penurunan. Sebab itu, subsidi BBM sama sekali tidak dapat dijadikan sebagai kambing hitam membengkaknya defisit APBN. Beban berat anggaran negara terutama disebabkan oleh sangat besarnya subsidi terselubung yang diberikan pemerintah terhadap sektor perbankan dan sangat besarnya beban angsuran pokok dan bunga utang dalam negeri setiap tahunnya.
3.Kebijakan Ekonomi
Manfaat subsidi BBM terhadap anggota masyarakat golongan mampu dan orang kaya sangat erat dengan kebijakan ekonomi yang dianut. Saat ini kebijakan ekonomi berkutat pada golongan menengah keatas, sehingga hamper seluruh subsidi diserap oleh golongan mapan ini.
Sebab itu, bila dikaji lebih mendalam baik itu subsidi BBM, subsidi pendidikan, subsidi kesehatan, dan bahkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang sudah dibuat ,lebih banyak untuk kepentingan Industri, kepentingan yang  akan dinikmati oleh golongan mampu dan orang kaya daripada oleh anggota masyarakat golongan bawah dan orang miskin.
4. Kebijakan Negara.
Melihat Potensienergy Indonesia dan sumberdaya lain yang begitu melimpah, sehingga banyak pihak asing yang tergiur untuk berinvestasi di Indonesia. Harusnya pemerintah menyadari bahwa potensi tersebut dapat dimanfaatkan unutk kepentingan negeri sendiri.

Dengan melimpahnya piotensi energy negeri ini, tidak diimbangi dengan pengelolaan Negara yang baik dan benar, yang ditujukan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya.
Dengan kebijakan luar negeri dan dalam negeri yang terkontaminasi Utang, berdampak pada kemandirian kebijakan.Dimana seharusnya pemerintah meningkatkan dan mengefisienkan manajemen dan pengelolaan segala sumber pemasukan.Bukan dengan jalan privatisasi atau swastanisasi.Sehingga pendapatan dan potensi tersebut yang seharusnya terserap oleh Negara menjadi keuntungan swasta, baik itu swasta asing maupun domestic.
Hal lain adalah, kebocoran akut, akibat kebijakan politik demokrasi yang amburadul. Kasus gayus, kasus pemilihan ketua PD, kasus project Olahraga, mengindikasikan adanya permainan dan kebijakan Negara yang permisif terhadap kebocopran pengelolaan kekayaan Negara.
Sehingga pada akhirnya Rakyat yang dikorbankan akibat ketidakmampuan Pemerintah mengelola Negara.
5.      Mis-management Pengelolaan Negara
Berbagai macam kasus yang terjadi di Negara ini, sebetulnya bukan hanya warisan.Namun arah pengelolaan yang makin tidak jelas memperburuk kondisi Negara.Hampir 8 Tahun kesempatan sudah diberikan kepada Pemerintah, baik PD maupun koalisi.Alih-alih menuju arah yang jelas, malah makin ketahuan belang dan karut marutnya pengelolaan Negara.
  • Kasus korupsi; baik Gayus, Century, Wisma Atlet, dan lain-lain merupakan bukti Negara sudah tidak mampu menanganinya.
  • Kasus Hukum; dari prita, sandal jepit, Mesuji, dan korupsi juga tidak kunjung berpihak kepada keadilan.
  • Kasus criminal; dari mulai premanisme, perkosaan, pembunuhan sampai pengelolaan sengketa maupun kenyamanan dan keamanan bagi rakyat merupakan gambaran utuh karut marutnya negri ini.
  • Kasus Pemilihan Kepala Daerah yang koruptif dan tingginya biaya, merupakan kasus yang special karena menguras harta Negara.
  • Kasus kasus di bidang industry dan distribusi, dengan penglolaan yang acakadut, menambah biaya tinggi di masyarakat
  • Kasus Kisruh politik dan social juga menjadi biaya tinggi karena ketikabecuan Negara dalam pengelolaannya.

Senin, 20 Februari 2012

Indonesia: Revolusi atau Tenggelam

Kisah Mengharukan Ayah Dan Putrinya : "Aku Mau Bayar Waktu Papa Setengah Jam"

Ini cerita hanyalah sebagai gambaran bagi Saya jika kelak menjadi kepala rumah tangga, untuk dapat memberikan kasih sayang dan memperhatikan anak adalah yang paling berharga dalam hidup ini :

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.

PLKH NON LITIGASI (SURAT STATUTA)

Pengakuan Jujur Anak Malaysia Terhadap Indonesia

Saudara-saudaraku setanah air.Ini sekedar sharing aja. Tak ada maksud apapun.. Kita mungkin sedikit perlu berempati kepada negara kita ni yang nyaris tak punya identitas.

Setelah diteliti lebih jauh ternyata forumers Malaysiaku tidak pernah berfikir panjang apa yang akan dia orang tulis, seperti:
1. Dia orang mengatakan bahwa Indonesia tidak kreatif dan mengambil budaya malaysia, nyatanya. semua budaya dan lagu Indonesia telah nyata2 kita claim (batik: kita bilang batik malaysia padahal batik hanya ada satu yaitu dari Indonesia dan kualitasnya jauh lebih baik; Reog: kita hanya mengubah nama saja menjadi barongan padahal semua itu sama saja dengan reog,dll). Tidakkah itu tindakan yang salah.

2. Kita Orang kata lagu Indonesia jelek. Kenapa kita tak bisa terima kenyataan bahwa di malaysia ramai yang disukai adalah lagu2 Indonesia. Peringkat pertama Top hits di salah satu stesen radio malaysia adalah PETERPAN. Malahan lagu daerah di Indonesia kita claim. (Rasa Sayange).

3. Kita orang kata bendera dan lambang garuda Indonesia menjiplak dari Polandia, Monaco, sedangkan kita orang pun tak tau sejarah bendera Indonesia, dan kita tak tau bahwa di dunia ini ramai negara yang memiliki lambang garuda. Sedangkan bendera kita persis sama dengan Amerika hanya beda di bulan dan mataharinya saja. Tidakkah seharusnya kita sedar diri.

4. Ramai kita kata orang Indonesia bodoh2 hampir disetiap forum di negara kita ni, saya kerap melihat kata2 dr forumer yg berbunyi: indon bodoh blalala. Macam mana dengan kita..? Nama pelajar malaysia pun tidak pernah terdengar di peringkat pertama di olimpiade sains international. sedangkan indonesia, hampir setiap tahun putra-putri indonesia menang dalam olimpiade internasional bahkan sering mendapat medali emas. Dan tidakkah kita tau bahwa dokter2 Indonesia selalu menjadi guru besar dan mengajari dokter2 malaysia di negara kita ni.

5. Salah satu dari forum yang kita tulis bahwa kita bangga dijajah England. Dan kemerdekaan kita hanyalah pemberian semata dan bukan merupakan hasil perjuangan.
Baca kutipan dari Majalah Time di tahun 1957 tentang kemerdekaan Negara kita.ya :
“The Malayans .. though the curiously un-enthusiastic calm with which they received their independence was attributed by British residents to the fact that it was ‘handed to them on a platter.’”
Warga negara kita tidak puas karena kemerdekaannya seperti diberi oleh kerajaan Inggris. Time Magazine, “Malaya, A New Nation”.
Indonesia lahir dan jadi bangsa besar di dunia dengan cara yang heroik, mengusir bangsa-bangsa imperialis terbesar dunia, Belanda, Inggris, Jepang. Sukarno, Hatta, Jenderal Sudirman, Bung Tomo ,sejarah Indonesia penuh dengan pahlawan-pahlawan besar.

6. Kita orang kata Indonesia pencuri, padahal dalam kenyataanya bahwa kitalah yang pencuri (Ambalat,illegal-logging,dll).

7. Ketergantungan kita Pada Indonesia.
Ekonomi kita tergantung dengan Indonesia. Meskipun TKI cuma kuli kasar, ekonomi kita akan langsung jatoh kalau mereka tak ada.

8. Kita tak sedar, tak tau bahwa di negara kita banyak tenaga pengajar yang dari Indonesia sedangkan tenaga pengajar malaysia tidak laku di Indonesia.

9. Kita bangga dengan kekuatan militer kita karena kita tidak tahu apa2. Indonesia masuk 13 besar forces terkuat didunia sedangkan malaysia masih dibawah 60!Dan dia orang (Indonesia) selalu menjadi forces inti dari pasukan PBB International.

++ sesungguhnya masih banyak lagi kelebihan Indonesia dari malaysia hanya saja kita selalu membantah dan tidak mau menerima kenyataan ini.